Adsense Indonesia

Aturan Makan Si Kecil

0

Aturan Makan Si Kecil
MOTHER & BABY

ibujari.com - Untuk tumbuh kembang anak memerlukan makanan yang memilki nutrisi lengkap dan seimbang, baik kuantitas maupun kualitasnya. Sayang tidak selamanya anak mau menyentuh makanannya.

Berikut adalah aturan makan si kecil :

Bayi
Idealnya, setiap hari bayi mendapat ASI dari ibunya, karena ASI tetap merupakan makanan terbaik bagi bayi, terutama pada 4 bulan pertama kehidupannya.
Beberapa tahap pemberian makanan pada bayi adalah :
Usia 0-2 minggu; ASI peralihan (kolostrum) 
Usia 2 minggu - 4 bulan; ASI eksklusif 
Usia 4-6 bulan; ASI plus makanan lumat 
Usia 6-12 bulan; ASI plus makanan lembik 

Balita 
Pada prinsipnya makanan anak sama dengan makanan orang dewasa, sehingga harus memenuhi menu 4 sehat 5 sempurna secara seimbang. Perbedaannya dalam rasa (tidak pedas dan merangsang) dan bahan makanan dipilih yang mudah dikunyah dan digigit.

Usia 1-2 tahun merupakan periode peralihan, sehingga makanan anak bervariasi dari makanan saring, lembik sampai makanan biasa (nasi) disamping ASI atau susu sekitar 2 gelas per hari 

Usia 2-5 tahun (prasekolah) merupakan masa di mana anak sudah mampu makan makanan biasa, hanya bumbunya tidak pedas atau merangsang. Mereka termasuk konsumer pasif yang harus diperhatikan asupan makanannya, karena belum bisa memilih dan menilai kualitas makanan 
Sumber: ibujaricom

Read more

Aspek Gizi pada Anak Prasekolah dan Sekolah: Gizi Anak Prasekolah (4-6 tahun)

0

Aspek Gizi pada Anak Prasekolah dan Sekolah: Gizi Anak Prasekolah (4-6 tahun) 
Mother  

Anak adalah titipan Tuhan yang ahrus kita jaga dan rawat agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal serta dapat berkembang mandiri. salah satu cara untuk hal tersebut adalah asupan gizi yang adekuat serta seimbang dan harus terus menerus dirangsang agar tumbuh kreativitasnya. Peranan ibu pada pemberian asupan gizi anak sangatlah besar artinya. Untuk menjadi anak yang sehat, cerdas dan mandiri tidak hanya diberi gizi saja tapi haruslah dirawat dengan asah, asih dan asuh.

Setelah melewati masa bayi (0-1 tahun) maka dimulailah kehidupan yang penuh ekplorasi yaitu besarnya rasa keingintahuan si kecil terhadap lingkungan, apa yang dirasakan, apa yang dilihat, yang disebut masa "golden age" yaitu usia balita (1-5 tahun). Masa ini merupakan puncak dari perkembangan otak dan bersifat irreversible (tidak bisa diperbaiki lagi), berbeda dengan pertumbuhan otot yang bisa diperbaiki pada masa akan datang, sehingga diperlukan gizi yang kuat dan seimbang.

Khususnya untuk anak prasekolah (usia 4-6 tahun) kebutuhan gizi relatif berkurang, pertumbuhan melambat bila dibandingkan dengan masa bayi satu tahun ke bawah, dan aktivitasnya barunya. Tetapi mereka masih rawan terhadap penyakit gizi dan infeksi, sehingga kebutuhan gizi yang harus diperhatikan adalah masukan vitamin A dan zat besi. Yodium dan kalsium juga sangat diperlukan sekali.

Asupan kalori didapat dari karbohidrat yang merupakan sumber energi utama untuk seluruh kegiatan tubuh, untuk pembakaran sel-sel tubuh termasuk untuk berpikir. Sumber karbohidrat didapat dari nasi, roti, mi, jagung yang merupakan makanan pokok. Sumber energi yang kedua didapat makanan yang mengandung lemak, terutama adalah omega 3 dan omega 6 yang merupakan bahan pembungkus serabut-serabut saraf di dalam otak serta untuk ketajaman penglihatan. 

Omega 3 dan Omega 6 ini merupakan asam lemak essensial sehingga tidak dapat dibuat oleh tubuh dan harus didapat dari makanan. Beberapa contoh makanan yang mengandung Omega 3 adalah ikan, khusus ikan berlemak tinggi (salmon, mackarel, sarden, tuna, cakalang), kedele, dan ganggang laut. Contoh sumber bahan makanan yang mengandung omega 6 adalah minyak bunga matahari, kacang-kacangan, biji-bijian, daging dan produk susu 
Sumber: ibujaricom

Read more

Awas Penculik!

0

Awas Penculik! 
Mother  


Kasus penculikan anak belakangan ini mulai marak. Motifnya pun beragam, dari sekedar kebutuhan ekonomi sampai balas dendam. Bagaimana kiat menghindarinya?

Hegel, bocah lelaki berusia 9 tahun yang diculik, sudah diketemukan. Bukan hanya orangtuanya yang bahagia. Setiap orangtua pun bersyukur karenanya. Namun, kasus penculikan anak di Karawang yang berujung tewasnya korban, atau penculikan-penculikan lain yang mungkin terjadi, masih membuat setiap orangtua juga gelisah. Memang, dalam 3 bulan terakhir ini, berita penculikan anak mendominasi media massa. Hal ini tentu saja menimbulkan keresahan para orangtua. Apalagi, motif penculikan saat ini sering tidak jelas, apakah berlatar pemerasan, sengketa keluarga, dendam atau karena si pelaku mempunyai masalah kejiwaan seperti phedopilia.

Menurut konsultan psikologi perkembangan, Michiko Mamesah,M.Psi., sikap waspada memang harus dipunyai orangtua, pengasuh dan orang dewasa lain yang bertugas untuk mengasuh anak. Mengingat motifnya yang beragam, ia menyarankan para orangtua untuk membekali anaknya dengan nilai-nilai dasar, seperti, tidak boleh menerima sesuatu dari orang asing, atau jangan mudah diajak pergi oleh orang dewasa yang tidak dikenalnya.

Namun, menurut psikolog yang juga dosen di Universitas Negeri Jakarta, sikap waspada ini bukan berarti anak harus selalu ditakuti-takuti dengan ancaman penculikan. Kalimat seperti, "Awas lho, nanti bunda panggil penculik, membuat si kecil akan selalu dihantui perasaan takut. Ia juga akan selalu bersikap curiga pada orang lain. Ini tentu saja akan menghambat proses sosialisasinya.

Anak yang 'terlatih' untuk bersikap curiga karena selalu dibekali dengan pesan yang mungkin 'menakutkan', seperti "Hati-hati, nanti diculik," biasanya akan tumbuh menjadi anak yang pendiam. Ia pun akan menjadi pribadi yang kaku, dan tidak mudah bergaul. Untuk itu, Michiko menegaskan, jangan membiarkan si kecil tumbuh dengan rasa takut diculik. 

Jangan Terlalu Ramah
Anak balita pada dasarnya adalah pribadi yang tidak punya prasangka buruk pada orang sekitarnya. Namun, menurut Michiko, anak juga tidak boleh dibiarkan terlalu ramah dengan orang lain, terutama orang dewasa. Untuk itu, orangtua atau pengasuh perlu membekalinya dengan rambu-rambu tertentu, misalnya, bila ada orang asing yang menyapa tetap harus dibalas, namun, tidak boleh menerima pemberiannya, kecuali minta ijin ibu atau ayah terlebih dulu. Ini melatihnya untuk bersikap sopan namun tetap waspada.

Anak yang ramah, memang menyenangkan siapa saja. Bahkan, karena terlalu 'enak' diajak ngobrol, tanpa sadar ia akan membeberkan semua hal tentang dirinya, misalnya, ayahnya siapa, rumahnya dimana, punya mobil apa, dan lain sebagainya. Pada kasus tertentu, informasi inilah yang membuat seseorang ingin menculik. Oleh karena itu, jangan biasakan anak untuk menceritakan hal yang mendetil tentang dirinya pada orang asing. Cukup bekali balita Anda dengan nama ayah dan ibu, alamat dan telepon rumah, serta tempat ia bersekolah.

Di beberapa negara barat, orangtua mulai menghindari mencantumkan identitas anak, misalnya nama, pada tempat yang mudah di lihat. Menyablon nama anak di kaos atau topi dengan huruf besar memang lucu, namun, itu hanya memudahkan penculik untuk membuka komunikasi dengan anak. Anak balita yang dipanggil namanya, biasanya akan langsung menengok, apalagi bila si penyapa adalah orang yang ramah dan menyenangkan. Selanjutnya, ia akan mudah berinteraksi dengan orang tersebut. Nah, penculikan dengan awal seperti inilah yang sering terjadi di tempat umum, seperti mal atau pasar. 

Hati-Hati dengan Orang Dekat
Pada beberapa kasus penculikan, pelaku adalah pengasuh, tetangga bahkan paman dari korban. Untuk kasus yang melibatkan orang-orang dekat ini, orangtua harus ekstra berhati-hati. Michiko menyarankan supaya Anda tahu dengan pasti identitas orang-orang yang bekerja di rumah. Bila perlu, mintalah rekomendasi dari pihak yang Anda percaya. Mengambil tenaga pengasuh dari lembaga atau yayasan yang pemiliknya telah Anda kenal dengan baik, dapat meminimalisir resiko daripada mengambilnya dari tukang sayur keliling misalnya.

Untuk menghadapi hal seperti ini, Anda juga perlu menanamkan aturan untuk 'minta ijin ibu/ayah dulu' pada anak, misalnya, "Kakak nggak boleh pergi sama si mbak kalau belum minta ijin bunda dulu ya." 
Memang, bagi orangtua yang keduanya bekerja, pengawasannya akan lebih longgar. Rajin menghubungi anak di rumah saat Anda di kantor, juga meminimalisir resiko. Namun, jangan lakukan dalam waktu yang sama setiap harinya, misalnya tiap 2 jam sekali. Lakukan dalam jeda waktu yang berbeda. Anak juga perlu dididik bersikap kritis, ini membuatnya secara tidak langsung akan bersikap waspada.

Memang, peristiwa penculikan adalah suatu musibah yang tidak dapat diprediksi kapan akan menimpa keluarga kita. Sikap waspada adalah jalan yang terbaik untuk menghindarinya. Namun, jangan sampai hal ini menghambat Anda dalam mengasuh dan mendidik anak. Michiko menegaskan, anak yang dilimpahi kasih sayang dari kedua orangtuanya, dan tumbuh dalam keluarga yang hangat, biasanya tidak mudah percaya pada orang lain selain ayah dan ibunya.

Mencegah Penculikan

Binalah relasi yang baik dengan semua orang, termasuk pembantu, supir, tukang sayur keliling, atau tukang ojeg yang sering mangkal di depan rumah.

Selektif dalam memilih orang yang akan bekerja di rumah Anda. Mintalah mereka menunjukan KTP asli dan surat keterangan dari Lurah tempat asal mereka. Hindari memperkerjakan orang tak dikenal yang tiba-tiba menawaran diri jadi pembantu atau supir.

Mintalah pengasuh atau orang dewasa lain yang selalu berada di dekat anak untuk bersikap waspada juga. Anda perlu memperkenalkan pada mereka semua anggota keluarga besar yang sering bertemu.

Tanamkan pada anak untuk selalu minta ijin pada ayah atau ibu bila akan diajak pergi seseorang, baik itu pengasuh maupun om dan tantenya.

Tanamkan pada anak untuk tidak mau menerima pemberian apapun dari orang yang tidak dikenalnya. 

Jangan biarkan balita Anda main sendirian di halaman rumah.

Usahakan untuk selalu mengantar jemput si kecil saat ia mulai masuk sekolah.

Minta pihak sekolah mencatat pengantar dan penjemput anak. Bila perlu mintalah kartu identitas khusus untuk mereka.
(nes). 
Sumber: Tabloid Ibu & Anak

Read more

Asma Bayi Sering Tak Terdeteksi

0

Asma Bayi Sering Tak Terdeteksi
MOTHER & BABY

Tingkat kematian bayi dan anak akibat asma lebih tinggi dibanding pada orang dewasa. Sebagian besar penyebabnya karena diagnosis dan penanganan yang kurang tepat.

Asma bukan hanya diidap orang dewasa. Malah, kini angka kematian bayi dan anak-anak akibat asma lebih tinggi dibanding pada orang dewasa. Sayangnya, sekitar 50% anak penderita asma tidak terdiagnosis atau tidak ditangani secara efektif. Sebabnya, orangtua seringkali tak menyadari kalau anaknya dalam risiko. Bisa juga, karena mengasumsikan bahwa gejala ringan atau yang sesekali saja tidak perlu ditangani dengan serius. Padahal studi-studi menunjukkan, deteksi dan penanganan awal adalah cara terbaik mengontrol gejala asma dan mencegah kerusakan paru-paru di masa datang.

Orangtua kadang tak menyadari anak mereka secara genetik berisiko mengidap asma. Padahal jika salah satu pasangan mengidap alergi atau asma, si kecil akan lebih mungkin mengidap asma. Sekitar 80% anak pengidap asma juga mengalami alergi.

Banyak faktor terlibat dalam terjadinya kematian akibat asma. Namun sekitar 77-90% kasus sebenarnya bisa dicegah. Dalam buku Mengenal, Mencegah dan Mengatasi Asma pada Anak Plus Panduan Senam Asma, Dr. Angela C.M. Nusatya Abidin, MARS., dan Elizabeth Ekarini, SMIP. menjelaskan, faktor-faktor utama penyebab kematian karena asma adalah ketidaktepatan diagnosis, tidak tepatnya penilaian parahnya asma oleh penderita maupun dokter yang merawat, serta pengobatan yang kurang memadai.

Sensitivitas Berlebihan
Asma sudah dikenal berabad-abad lamanya, namun hingga kini masih menjadi salah satu masalah kesehatan yang paling besar. Penyakit akibat sensitivitas berlebihan saluran pernapasan ini, terjadi jika saluran napas untuk masuk dan keluarnya udara dari paru-paru secara berulang menyempit. Akibatnya terjadi batuk, mengi (napas berbunyi), dan napas pendek.

"Penyempitan ini bisa sementara dan pulih kembali. Namun dalam serangan yang parah, asma bisa berakibat fatal," papar Bambang Supriyatno, Sp.A. dari Sub-Bagian Pulmonologi, Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI RSCM. Asma bisa terjadi pada pria maupun wanita dari segala usia, etnis, maupun tingkat sosial ekonomi. Pada anak, umumnya asma terjadi jika dalam keluarga tersebut memiliki riwayat alergi.

Normalnya, apabila kita menghirup udara, udara akan mengalir ke paru-paru melalui rangkaian saluran udara. Udara akan melewati bronki (cabang-cabang bronkus dalam paru-paru), lalu bercabang-cabang lagi menjadi kecil dan lebih kecil lagi yang disebut bronkiol dan berakhir pada kantung-kantung udara kecil berbentuk seperti buah anggur (alveoli), yang dikelilingi pembuluh-pembuluh darah yang menyerap oksigen yang kita hirup dan melepaskan karbondioksida.

Pada penderita asma, serangan asma terjadi akibat adanya partikel halus atau zat-zat iritan yang masuk ke saluran napas dan menempel di dinding saluran napas. Karena tubuh mendeteksi iritan itu sebagai benda asing, sistem kekebalan mengirimkan sel khusus - disebut sel mast - ke lokasi iritasi. Sel mast ini melepaskan histamin, senyawa kimia yang menyebabkan pembengkakan di lapisan lendir dinding dalam bronki dan bronkiol.

Histamin juga menyebabkan bronkospasm, pengerutan berulang-ulang otot luar saluran napas, membuat bronki dan bronkiol lebih menyempit lagi. Di samping itu, sel-sel yang melumasi saluran napas dengan lendir pun bereaksi berlebihan terhadap pembengkakan dengan mengeluarkan banyak lendir. Akibatnya saluran napas tersumbat, mengakibatkan mengi dan batuk-batuk.

"Ketiga proses itu mengganggu keluar-masuknya udara, sehingga bernapas jadi sulit," ungkap Bambang yang juga praktek di Klinik Anakku Cinere, Jakarta Selatan. "Udara seperti terperangkap dalam paru-paru sehingga penderita megap-megap untuk memperoleh udara segar. Pada serangan yang berat, tubuh penderita menjadi biru, karena sel-sel tubuh kekurangan oksigen. Jika tak ditolong, penderita bisa meninggal."

Antara Asma dan Mengi
Sebagian besar bayi di bawah 1 tahun pernah mengalami mengi (napas berbungi ngik, ngik), yang sebenarnya bukan asma. Walau mengi belum bisa dipastikan akan jadi asma di kemudian hari, namun penelitian terbaru menemukan, bayi penderita mengi sebenarnya berasal dari orangtua yang juga menderita asma. Karena itu, dalam perkembangannya, mengi pada bayi juga bisa dikatakan asma.

Mengi sebenarnya bukan asma murni. Sebab obat-obatan anti-asma sekalipun tidak bisa menghilangkan mengi dengan segera. Bunyi mengi bisa terjadi berulang-ulang selama beberapa minggu atau beberapa bulan kemudian. Bahkan ada juga bayi yang mengalami mengi secara terus-menerus. Namun mengi pun bisa menghilang dengan sendirinya.

Nah, apabila bayi Anda menderita mengi, jangan panik. Kenali tanda-tanda apakah mengi itu akan menjadi asma di kemudian hari, dengan meneliti riwayat asma atau alergi lainnya (misalnya pilek terus-menerus, eksim pada keluarga). Ceklah apakah setelah diberi obat anti-asma, menginya menghilang dengan cepat. Cek juga apakah ada eksim yang letaknya di pipi, sendi, siku, dan sendi lutut bagian belakang. Jika jawabnya 'ya', kemungkinan besar si kecil mengidap asma.

Saat si kecil mengi, orangtua bisa memberi pertolongan pertama dengan memberikan minum yang banyak, makan, dan oksigen bila perlu. Sebab walaupun bayi menderita mengi, ia masih bisa tampak sehat, tidak merasakan napasnya sesak, dan gemuk seperti bayi-bayi sehat lainnya.

Mendiagnosis Asma
Banyak kasus kematian bayi dan anak asma karena tidak terdiagnosisnya penyakit dan pengobatan yang tidak tepat. Seperti juga penyakit lainnya, untuk mendiagnosis asma perlu wawancara yang tepat, pemeriksaan fisik, uji fungsi paru dan evaluasi keadaan alergi.

Biasanya gejala-gejala yang muncul bila anak menderita asma antara lain: seringnya muncul mengi, kesulitan bernafas, sesak, batuk, dan banyak mengeluarkan lendir. Tapi gejala-gejala ini tetap harus dipastikan dengan beberapa uji dulu. Bila si kecil mengalami mengi saja, bukan berarti ia juga asma. Menurut fakta, sekitar 50% anak pengidap asma tidak mengi. Jadi untuk mendeteksi asma, menurut Ted Kliner, M.D., profesor pediatrik di University of Texas Health Science Center di San Antonio, AS, "Yang lebih tepat adalah batuk, khususnya batuk yang terjadi pada malam atau dini hari." Jika si kecil mengeluh dadanya terasa sesak, atau merasakan kelelahan berlebih sehabis berolah raga, ada kemungkinan ia mengidap asma.

Yang terpenting dalam mendeteksi asma adalah adanya serangan yang berulang yang dipicu oleh faktor luar seperti alergen, iritan, latihan, atau infeksi virus. Serangan yang timbul pada malam hari atau pagi buta juga merupakan ciri penyakit asma. Mengi berulang dan/atau batuk yang menetap merupakan titik awal untuk mendiagnosis penyakit asma.

Bisakah Dicegah?
Tak ada yang dapat dilakukan agar bisa secara total mencegah bayi kena asma, jika penyebabnya gen. Dan orangtua memang tidak akan tahu apakah si kecil asma atau tidak sampai bayi menunjukkan gejala mengi dan batuk yang konsisten. Bahkan jika si bayi mengi parah, belum mungkin pada saat itu untuk menyatakan bahwa ia mengidap asma, sampai mengi itu menjadi kondisi kronis. Sebab pilek dan infeksi saluran napas lainnya cenderung menyebabkan bayi mengi karena saluran napasnya masih kecil.

Tapi, jika si bayi juga sering batu dan tampak mengalami alergi -termasuk alergi makanan- dan jika kedua orangtua mengidap alergi dan asma, bayi berkemungkinan kuat mengidap asma juga. Namun orangtua bisa menunda munculnya tanda-tanda asma menjadi sampai bayi menjadi lebih besar, sampai paru-parunya besar dan kuat, dengan cara membatasi keterpaparan anak terhadap kutu debu, dengan membungkus kasurnya dengan plastik tak tembus. Buang karpet, jauhkan mainan dari kamarnya, gunakan korden plastik dan bukan korden kain yang tebal. Cuci perlengkapan tidurnya seminggu sekali dalam air panas.

Jauhkan anak dari asap rokok. Asap rokok belum dipandang alergen, namun bisa mengiritasi paru-paru. Hindari menggunakan perapian, anglo, atau kompor minyak, sebab asapnya bisa mengiritasi sistem pernapasan. Jika anak alergi bulu binatang, tempatkan binatang peliharaan di luar rumah atau sejauh mungkin. Batasi juga keterpaparan terhadap virus dengan mempraktekkan pola hidup sehat. Selain itu, tunda pemberian makanan yang paling mungkin menyebabkan alergi, seperti telur, kacang-kacangan, kerang, dan susu sapi.

Jenis-jenis Asma
Asma pada anak sering timbul pada usia di bawah 4 tahun. Namun masalah pengobatan timbul justru pada masa sesudah usia ini. Serangan asma pada masa usia 4-10 tahun dapat berupa asma ringan atau berat, dan frekuensinya pun ada yang jarang tapi juga ada yang sering. "Sebagian bisa kena serangan harian, yang lain bisa bulanan atau tahunan tanpa mengalami serangan," jelas Bambang. Pembagian jenis asma pada anak:


Asma episode jarang
Ini termasuk asma berat yang datangnya jarang. Gejalanya biasanya keluhan pilek, batuk, dilanjutkan sesak nafas. Saat terjadi serangan, otot-otot leher terlihat kaku dan biasanya lebih banyak terjadi pada malam hari. Juga ditambah mengi beberapa jam selama beberapa hari atau batuk-batuk yang berlangsung kurang dari 10-14 hari.

Asma episode sering
Asma ini sebagian besar terjadi pada usia 3 tahun, dan bisa berlangsung hingga usia 8-10 tahun. Pada usia 5-6 tahun dapat terjadi serangan tanpa serangan infeksi yang jelas, frekuensinya 3-4 kali dalam setahun. Lamanya serangan berlangsung hingga beberapa jam. Serangan ini bisa hilang dengan atau tanpa obat.

Asma kronik atau persisten
Timbul hampir setiap hari. Bisa dibilang penderitanya tak akan terbebas dari serangan ini. Serangannya bervariasi, dari yang ringan hingga berat, terjadi pada malam hari. Pada asma berat, aktivitas penderita akan selalu terganggu, sehingga butuh pengobatan terus-menerus.

Pemicu Serangan Asma

Infeksi parah dari respiratory syncytial virus (RSV), yakni virus yang sering menyerang saluran napas

Pilek dan infeksi saluran pernapasan

Makanan tertentu, khususnya telur, kerang-kerangan, susu sapi, kacang-kacangan

Alergen dari lingkungan. Ini tak berperan banyak sampai si kecil di atas 1 tahun. Sebabnya, perlu waktu 6 bulan terpapar alergen ini sebelum bayi menjadi sensitif. Jadi jika bayi tinggal bersama kucing, ia tak akan mengalami gejala alergi atau asma sampai sekurangnya berusia 6 bulan, atau mungkin lebih besar lagi.

Serbuk sari. Alergi musiman ini tak akan muncul sampai si anak berusia 4-5 tahun. Sebab pada usia inilah anak baru menghabiskan waktunya di luar dan bisa terpapar serbuk sari selama 6 bulan.

Olahraga. Ini bukan problem untuk bayi, tapi dapat menyerang ketika anak mulai berlari-lari saat usia batita.

Mitos-mitos Asma
Mitos: Asma akan menghilang dengan sendirinya ketika anak sudah besar
Fakta: Sekitar 50% anak pengidap asma akan berhenti mengalami gejala-gejala asma ketika beranjak remaja. Namun penyebabnya masih ada. Sebagian besar anak akan menunjukkan gejala-gejala asma lagi saat dewasa.

Mitos: Asma sembuh jika penderita pindah ke iklim yang lebih kering
Fakta: Tak ada daerah aman untuk penderita asma. Tingkat kutu debu lebih tinggi di iklim yang lembab dan serbuk sari lebih banyak terdapat di area lainnya. Anak umumnya juga mengalami sensitivitas terhadap pemicu asma yang baru ketika ia pindah. Sebabnya, si anak tetap membawa gen asma-nya kemanapun ia pindah.

Mitos: Jika gejala asma hanya muncul saat berolahraga, itu bukan asma
Fakta: Asma yang timbul akibat olahraga merupakan bentuk penyakit asma yang mempengaruhi anak hanya ketika mereka lari, memanjat, atau berolahraga berat. Untungnya ini dapat ditangani dengan mudah dengan obat-obatan asma.
Sumber: Tabloid Ibu & Anak

Read more

ASI, Sehat dan Hemat

0

ASI, Sehat dan Hemat
MOTHER & BABY
Senior, 111/24

Sebagian perempuan menganggap, memberikan ASI akan mengganggu karirnya karena butuh waktu khusus. Ada lagi yang menilai bahwa memberi ASI akan mengganggu keindahan tubuhnya, terutama payudara. Yang lain lagi mengatakan tidak memberikan ASI pad bayi merupakan gaya hidup orang modern yang tidak mau repot. " Bukankah sudah ada susu kaleng?" begitu alasannya.

Ada juga yang bilang, si bayi tidak mau menyusui, atau air susunya tidak bisa keluar, payudaranya sakit bila menyusui dan lain-lain alas an yang jika ditelusuri merupakan peristiwa sebab akibat yang bersifat psikologis.

Berdasarkan penelitian, diperkirakan setiap hari sekitar 4.000 bayi meninggal akibat tidak diberi ASI. Mereka meninggal karena kekurangan gizi atau penyakit yang sebetulnya tidak peru terjadi jika mendapat ASI. Karena begitu banyak kandungan gizi dan zat penangkal penyakit yang terdapat dalam ASI.

Salah satu penyebab semakin berkurangnya perempuan memberikan ASI kepada bayinya, adalah promosi yang luar biasa susu formula. Bahkan promosi yang dilancarkan oleh 16 produsen makanan bayi menurut laporan International Baby Food Action Network (IBFAN), telah melanggar kode etik internasional pemasaran pengganti ASI.

Berdasarkan laporan IBFAN, beberap perusahaan telah membentuk klub bayi untuk mengontak secara langsung ibu dengan tujuan untuk mendistribusikan materi promosi. Contoh gratis dan iming-iming menarik.Tenaga pemasaran dari perusahaan-perusahaan tersebut, bertindak sebagai penasihat mengenai makanan bayi. Para itu, sejak ditempat melahirkan sampai di rumah, terus dihubungi oleh tenaga-tenaga pemasaran yang sangat agresif.

Akibat gaya hidup para ibu dan gencarnya promosi dari produsen makanan bayi kaliber Internasional itu, membuat harapan para pakar organisai kesehatan agar bayi mendapat ASI eksklusif semakin tipis. Yaitu bayi hanya memberikan ASI tanpa makanan campuran sampai berusia 4-6 bulan, dan terus memberi ASI sampai bayi berusia 2 tahun.

Sebetulnya penggunaan ASI selain menyehatkan ibu dan bayi juga menghemat. Menurut penelitian WABA (World for Alliance for Breastfeeding Action), keluarga yang tidak menyusui bayinya, 70 5 dari pendapatannya digunakan untuk membeli susu formula. Pemberian ASI eksklusif selam 6 bulan di keluarga-keluarga Amerika Serikat menghemat 400-800 dolar AS.
Sumber: Senior

Read more

ASI Cegah Kematian Bayi Akibat Infeksi Usus

0

ASI Cegah Kematian Bayi Akibat Infeksi Usus
MOTHER & BABY

GATRA.com - Bayi yang mengkonsumsi air susu ibu (ASI) sedini mungkin akan terhindar dari gangguan pencernaan, bahkan terhindar dari kematian akibat penyakit infeksi usus, kata seorang dokter spesialis kandungan.

Menurut dr Aswin W. Sastrowardoyo,Sp.OG di Samarinda, Kamis, ASI mengandung kuman khusus, yaitu lactobacillus bifidus yang bersifat tidak berbahaya bagi bayi dan tumbuh cepat dalam usus bayi yang mengkonsumsi air susu ibu.

"Kuman tersebut menyebabkan perubahan dalam usus sehingga kuman lain, misalnya kuman E. coli yang dapat menyebabkan penyakit diare, tidak bisa berkembang dalam usus bayi," katanya.

Ia menyebutkan, colostrum atau air susu ibu yang baru pertama ke luar, yang berbentuk cairan agak kental dan berwarna kekuningan, mengandung zat antibodi terhadap berbagai penyakit, di antaranya penyakit pencernaan, batuk rejan, radang paru dan radang otak.

Menurut Aswin, ASI juga mengandung zat penting lainnya, yaitu zat komplemen yang berguna untuk merusak bakteri sehingga mudah dimakan sel darah putih dan juga berfungsi sebagai penawar alergi.

"Selain itu, ASI juga mengandung zat lisosim yang dapat memecahkan dinding bakteri, dan jumlahnya di dalam ASI sekitar 300 kali lebih banyak dibanding susu sapi," katanya.

Oleh sebab itu, Aswin menyarankan, ibu yang sehat seharusnya menyusui bayinya langsung dengan ASI, karena selain mengandung berbagai macam zat antibodi, air susu ibu juga mengandung protein tinggi dan mineral yang berguna untuk mengatur gerakan usus agar normal.

Ia mengatakan, menyusui bayi sesegera mungkin setelah bayi lahir, juga memberikan keuntungan bagi sang ibu, yaitu rahim sang ibu cepat mengecil sehingga pendarahan setelah melahirkan akan berkurang.

"Saat bayi mengisap puting susu ibu, kelenjar hipofisa yang terdapat di bawah otak akan terangsang untuk memproduksi hormon oksitosin, yang berfungsi untuk membantu pengeluaran ASI, selain memberi rasa tenang pada ibu dan mengecilkan rahim," kata Aswin.

Teknik menyusui
Sementara itu, dr Josef Budi S,Sp.A di tempat terpisah mengatakan, meskipun menyusui itu mudah, namun ibu-ibu yang memiliki bayi tetap harus memahami teknik menyusui bayi yang baik dan benar.

Ia menyebutkan, posisi bayi yang benar saat menyusu adalah bayi ditidurkan terlentangg dalam pelukan ibu hingga telinganya sejajar dengan lengannya dan memasukkan seluruh puting susu ke dalam mulut bayi, sehingga gusinya akan menekan area berwarna hitam di bawah puting susu.

"Bagian yang berwarna hitam di bawah puting susu tersebut merupakan gudang ASI, sehingga bayi akan memperoleh air susu yang sesuai dengan kebutuhan apabila menekan dan mengisap puting susu sang ibu," katanya.

Sedangkan untuk menghindari bayi tersedak karena kapasitas air susu yang dihasilkan ibu cukup banyak, kata Josef, maka sang ibu sebaiknya mengubah posisi menyusui yaitu dengan tidur terlentang dan menyusui bayinya dengan meletakkan tubuh bayi di atas tubuhnya.

"Kadang sang ibu merasa tegang saat menyusui atau puting susu tidak masuk sepenuhnya ke dalam mulut bayi, sehingga bayi menekan puting dengan gusinya dan mengakibatkan lecet bahkan luka," katanya.

Ia mengatakan, ibu dapat mengobati luka pada puting susunya dengan mengolesi luka tersebut dengan mengunakan air susunya sendiri, baru kemudian dianginkan, sedangkan pada ibu yang tegang saat menyusui, sebaiknya memeras puting susunya terlebih dahulu, baru kemudian disusukan pada bayi.

Menurut Josep, puting susu yang terluka juga dapat diolesi salep gentien violet atau borax gliserin yang dijamin aman, karena selain berfungsi menyembuhkan luka sang ibu, salep tersebut juga berfungsi sebagai obat sariawan bagi bayi.
Sumber: Gatra

Read more

ASI, 20 Kali Lebih Hebat

0

ASI, 20 Kali Lebih Hebat
MOTHER & BABY

Makanan bergizi yang paling baik untuk bayi adalah ASI (Air Susu Ibu). Pemberian ASI secara eksklusif dan optimal akan membuat bayi tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Bagaimana tidak? ASI mengandung 200 zat gizi dan memberikan kekebalan buat bayi hingga 20 kali lipat.

Carolina bekerja di suatu perusahaan swasta di Jakarta. Tahun lalu ia melahirkan bayi kembar. Ia bersyukur karena produksi ASI-nya begitu lancar, sehingga bisa menyusui bayi-bayi itu selama enam bulan pertama tanpa tambahan susu kaleng atau makanan padat sama sekali.

Ketika masa cutinya habis ia selalu-memeras air susunya dan menyimpannya di kulkas. Dengan demikian, kedua bayinya bisa tetap mengasup ASI dengan baik. Tentu saja suami dan orangtuanya sangat mendukung langkah tersebut. Berkat ASI, Roy dan Joy, anak-anak Carolina, tumbuh sehat, kuat, dan kebal dari sakit. Ketika ada anggota keluarga itu yang terserang flu, mereka tidak tertular. Kemudian
pada saat mereka mulai mengasup makanan tambahan, tidak ada masalah yang berkaitan dengan pencernaannya. "Meski mereka sudah mendapat
makanan tambahan, saya tetap memberikan ASI sampai si kembar berusia satu tahun. Saya ingin membuktikan bahwa untuk menciptakan anak sehat tidak harus pakai biaya mahal," ungkap Carolina mantap.

Berisi 200 Zat
menurut Dr. Utami Roesli, Sp.A. MBA IBCLC, spesialis anak di RS St. Carolus Jakarta, di dalam ASI terkandung lebih dari 200 unsur zat yang sangat bermanfaat bagi pertumbuhon bayi. Zat-zat itu antara lain putih telur, lemak, protein, karbohidrat, vitamin, mineral, hormon pertumbuhan, berbagai enzim, zat kekebalan, dan lainlain.

Sayang sekali masih banyak orang yang tidak paham betul bahwa ASI memiliki nilai yang tiada tandingannya dibandingkan dengan susu formula atau makanan tambahan lain. Kenyataan ini mesti disosialisasikan
secara lebih gencar dan terus-menerus.

Kelebihan ASI pertama-tama terletak pada kekhususannya. Susu kuda sangat cocok untuk bayi kuda, susu jerapah bagi bayi jerapah. Bayi manusia juga akan jauh lebih baik jika diberi susu yang paling cocok, yakni ASI, bukan susu hewan.

Karena itu, ASI sering kita kenal dengan sebutan ASI eksklusif (exclusive breast feeding). Selain khusus karena berasal
dari spesies yang sama, yakni manusia, kandungan ASI bisa menyesuaikan kebutuhan bayi dengan perkembangan usianya.

ASI yang keluar saat kelahiran sampai hari ke-4 atau ke-7 disebut kolostrum. ASI yang keluar di hari ke-7 sampai ke10 atau ke-14 setelah kelahiran disebut ASI transisi. ASI yang keluar sesudah hari ke-14 kelahiran disebut ASI matang.
Komposisi gizi ketiga jenis ASI tersebut masirig-masing berbeda.

"Bahkan terdapat perbedaan komposisi ASI dari menit ke menit," tutur Ketua Pemasyarakatan Pemberian AS Eksklusif RS St. Carolus Jakarta ini. Misalnya saja kandungan lemak pada ASI saat bayi berumur 3-5 hari adalah 1,85 g/dl. Pada saat usia bayi 15-18 hari, kandungan lemak itu menjadi 3,06 g/dl.

30 Menit Setelah Lahir
Pada hari pertama setelah melahirkan, kandungan gizi AS sangat tinggi. Dr. Utami pun selalu menganjurkan agar selambatnya 30 menit atau setengah jam setelah lahir, bayi harus segera disusui ibunya. Pada saat itu susu ibu menghasilkan kolostrum, susu jolong, atau susu awal yang warnanya kekuningan dan encer.

Kolostrum ini kaya zat gizi dan antibodi yang berfungsi untuk melindungi bayi dari infeksi. Kolostrum akan muncul lagi 30 jam kemudian. Itu artinya kalau bayi tidak segera mendapat kolostrum pertama, dia kehilangan zat bergizi' tinggi dari ibunya.

Walaupun bayi masih punya kesempatan untuk mendapatkannya, produksi kolostrum selanjutnya hanya 30 mililiter sehari. Itu artinya, kolostrum diproduksi hanya satu mililiter dalam satu jam.

Tentu saja ini sangat kurang. Padahal, kolostrum mengandung
protein, mineral, serta vitamin A, E, dan B 12. Bahkan kolostrum mengandung lebih sedikit lemak dan gula dibandingkan dengan ASI yang diproduksi pada hari-hari berikut berperan membersihkan air empedu dan mucus (meconium) pada saluran pencernaan bayi. Iru sangat penting karena pada masa sesudah kelahiran, bayi sangat rentan terhadap infeksi dan lingkungan yang sangat baru baginya. Kolostrum juga akan menghilangkan rasa lapar pada bayi baru lahir tanpa harus disertai asupan gula atau susu formula.

Menurut Dr. Utami, ASI yang keluar pada lima menit pertama dinamakan foremilk. Komposisinya berbeda dengan ASI yang keluar kemudian atau hindmilk. Foremilk lebih encer, mengandung protein tinggi dan karbohidrat rendah.

Sementara hindmilk mengandung karbohidrat tinggi, protein rendah, dan kandungan ngan lemaknya 4-5 kali lebih banyak dibandingkan dengan foremilk. Hindmilk inilah yang mengenyangkan bayi.

Warisan Zat Kebal
Selain mengenyangkan, kolostrum mengandung zat immunoglobulin
atau kekebalan. Jenis protein yang bertugas memerangi infeksi dalam tubuh itu tidak dimiliki oleh susu hewan. Kandungan zat ini dalam kolostrum sekitar 10 hingga 17 kali lebih banyak daripada yang sama.

Efektivitas pemanfaatan ASI akan terasa sekali bila yang menyusui bayi itu adalah ibunya sendiri. Bila dua orang ibu melahirkan dan bayinya tertukar, ASI yang diberikan oleh keduanya tidak akan cocok walaupun tak memiliki efek samping pada bayi.

Enam Bulan Pertama
Mengingat ASI adalah makanan yang paling cocok bagi bayi, WHO menganjurkan agar selama usia 0 sampai enam bulan bayi hanya diberi ASI sebagai menu utama dan satu-satunya. Anjuran ini sangat beralasan karena selain setipe dan memiliki zat kekebalan, kandungan ASI juga bisa mencerdaskan bayi.

Di dalam ASI terdapat taurine yang sangat penting dalam proses pembentukan sel-sel otak, sel-sel saraf, dan retina. Taurine adalah asam amino yang digunakan untuk membantu penyerapan lemak dan vitamin yang larut dalam lemak. Taurine juga membantu mengatur detakan jantung, menstabilkan-membran sel, dan memelihara kelangsungan sel-sel otak.

Selain itu; taurine juga mengandung lemak rantai panjang. Lemak inilah cikal bakal pembentuk Arachidonic Acid (ARA) atau asam linoleat (omega-6) dan Docosa Hexaenoic Acid (DHA) atau asam alfalinolenat (omega-3). Kedua bahan ini diketahui amat berguna dalam
perkembangan saraf otak dan indra penglihatan. Dr. Utami menegaskan bahwa DHA dan ARA ini tidak terdapat dalam susu sapi atau susu hewan lain.

Walaupun dalam susu formula (susu sapi yang dibuat dengan tambahan bahan lain) dikatakan dilengkapi DHA dan ARA, penyerapan pencernaan bayi tidak akan optimal, hanya sekitar 20 persen. Padahal, DHA dan ARA yang terdapat dalam ASI bisa diserap oleh pencernaan bayi sebanyak 100 persen dengan bantuan enzim lipase.

Optimalnya penyerapan DHA dan ARA itu membuat perkembangan otak bayi semakin maksimal. Kecerdasannya akan terus meningkat apalagi bila usia 12 bulan ia masih diberi ASI, selain makanan tambahan lain yang bemanfaat.

Sehat Jiwa Raga

Manfaat ASI tidak hanya berkaitan dengan kesehatan fisik. Efek pada kesehatan jiwa juga ada. Dr. Utami menyatakan bahwa pemberian ASI eksklusif merupakan bagian dari pendidikan anak. ASI tidak hanya mencerdaskan anak dari segi otak, tetapi juga hati dan spiritualitas.

Walaupun masih perlu penelitian lanjut terhadap kesimpulan itu, uraian sementara ini bisa membantu menjelaskan konsep tersebut. Saat berada dalam kandungan, bayi seolah berada dalam surga yang sungguh menyejukkan dan menenteramkan.

Air ketuban yang silih berganti karena selalu mengalami siklus bagaikan usapan lembut, rahim tempat bayi tidur melindunginya dari bahaya, detak jantung ibu bagaikan senandung merdu yang meninabobokan dia, dan napas ibu seolah ayunan yang menimangnya. Suasana ini benar-benar nyaman dan tiada duanya bagi bayi.

Sewaktu lahir, bayi benar-benar merasa terkejut dengan dunia yang lain sama sekali dengan yang ia rasakan sebelumnya. Banyak hal asing harus dihadapinya. Satu-satunya yang bisa dipercaya adalah sang ibu. Karena itu, menyusui menjadi terapi yang sangat tepat untuk mengembalikan suasana yang dirasakan bayi selama ada dalam kandungan. Dekapan dan elusan lembut sang ibu saat menyusui membuat bayi merasa aman dan tenteram. Ketenteraman itu ikut mendukung pertumbuhan sang bayi dengan lebih baik. "Apalagi bila sang ibu membacakan kata-kata bijak seperti dari kitab suci. Bayi akan semakin bertumbuh sesuai harapan sang ibu, menjadi anak baik dan saleh," tutur Dr. Utami.
® Abdi Susanto

Senior, edisi No. 21/16
Sumber: Senior

Read more

Asap Rokok Perlambat Kerja Otak

0

Asap Rokok Perlambat Kerja Otak
MOTHER & BABY

Tabloid Ibu & Anak - Anak-anak yang terpapar asap rokok bisa jadi akan 'menderita' di dalam kelas. Sebuah studi baru menunjukkan, pada keterpaparan yang rendah terhadap asap rokok saja, dapat menyebabkan penurunan keterampilan mental seperti membaca, berhitung, logika, dan analisa, pada anak-anak maupun remaja.

Penemuan ini dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Pediatric Academic Societies di Baltimore, AS. Sebegitu jauh, para peneliti menyatakan, penelitian itu merupakan studi terbesar yang pernah dilakukan untuk menyelidiki efek lingkungan keterpaparan asap rokok terhadap kesehatan anak.

Studi itu menemukan, kemampuan akademik anak berhubungan sangat erat dengan keterpaparan terhadap asap rokok dari lingkungan. Makin sering keterpaparan terhadap asap rokok, makin besar pula penurunan dalam keterampilan membaca dan logika anak, bahkan pada keterpaparan yang sangat rendah.

"Kami perkirakan, lebih dari 13 juta anak di AS terpapar asap rokok pada tingkat yang efeknya sama seperti terlihat dalam studi ini," kata Kimberly Yolton, Ph.D., peneliti pada Children's Environmental Health Center di Cincinnati, AS.

Untuk studi itu, keterpaparan anak terhadap asap rokok ditentukan dengan mengukur tingkat cotinine, senyawa penanda keterpaparan asap rokok, pada darah 4.400 orang anak usia 6-16 tahun. Kemampuan berpikir dan akademis anak dites dengan tes kecerdasan yang sudah baku. Ternyata, ketika kadar cotinine dalam darah meningkat, nilai matematika dan membaca anak-anak itu pun jatuh. Pada tes analitis, skor yang dicapai anak-anak itu pun menurun jauh.
Sumber: Tabloid Ibu & Anak

Read more

Asah Kecerdasan Emosi Anak Sejak Dini

0

Asah Kecerdasan Emosi Anak Sejak Dini
MOTHER & BABY

CBN

Keharmonisan hubungan suami-istri sangat berpengaruh terhadap perkembangan emosi anak. Karena apa yang dilakukan orangtua,merupakan ajang belajar bagi seorang anak. Dalam hal ini, keterbukaan pasangan sangat diperlukan untuk memberi pandangan pada anak bahwa komunikasi adalah penting untuk memecahkan masalah. Lantas sejak usia berapa, anak diajarkan untuk belajar mengolah emosinya?

Seharusnya orangtua mengajarkan anak untuk mengolah emosinya sejak usia dini. Hal-hal kecil, misalnya saat anak marah atau malu atau aktifitas lain yang dilakukan sang anak bisa dijadikan ajang belajar mengendalikan emosi si anak. Pengendalian emosi ini, berkaitan sekali dengan kecerdasan emosi yang dimiliki anak.

Misalnya bagaimana anak bisa mengendalikan emosi yang ada dalam dirinya disaat emosi tersebut muncul Jika seorang anak sudah mengenali emosinya, tanpa dia sadari dia akan bisa menentukan langkah atau keputusan apa yang akan dilakukan ketika dia dihadapkan pada satu masalah, meski dalam lingkup yang sangat kecil.

Kecerdasan lain yang seharusnya ditumbuhkan pada anak adalah bagaimana ia bisa mengolah emosinya dengan mengendalikan perasaanya agar tidak meledak-ledak jika apa yang dia inginkan tidak terealisir. Dengan kata lain, si anak mampu mengendalikan emosi tanpa harus melakukan pemberontakan yang bisa menyusahkan orang lain.

Faktor lain yang berhubungan dengan kecerdasan emosional adalah bagaimana seorang anak mampu memotifasi dirinya untuk melakukan sesuatu yang baik dan bermanfaat bagi dirinya. Karena itu jangan sekali-kali menganggap bahwa anak kecil tidak mengerti akan apa yang dilakukan orangtuanya. Justru seorang anak paling peka terhadap hal-hal seperti itu. Bukankah seorang anak cenderung meniru perilaku orangtuanya.

Agar seorang anak mampu berperilaku seperti apa yang Anda inginkan, sebaiknya sejak dini anak juga harus dikenalkan dengan berbagai macam emosi orang lain. Dengan pemahaman ini seorang anak akan bisa membina hubungan dengan orang lain tanpa mengalami kesulitan.

Yang harus diingat bahwa pendidikan formal saja tidak cukup bagi seorang anak untuk melatih kecerdasannya. Lingkungan keluarga serta pergaulan juga memegang peranan penting bagi kelangsungan hidup. Karena itu mengajarkan anak untuk mengolah emosi sangatlah penting bagi perkembangan hidupnya kelak. (Ida)
Sumber: CBN

Read more

Kiat Memberi ASI Eksklusif Pasca Cuti

0

Kiat Memberi ASI Eksklusif Pasca Cuti

Masa cuti berakhir. Padahal masa pemberian ASI eksklusif pada bayi belum berakhir. Bisakah ASI Eksklusif dilanjutkan? Mia resah. Bayinya baru berusia 3 bulan, masih dalam masa pemberian ASI Eksklusif sampai buah hatinya berusia 6 bulan, namun masa cuti kerjanya sudah berakhir. "Bagaimana melanjutkan ASI eksklusifnya. Masa sih harus dicampur dengan susu formula. Sayang kan?"

Benar! Alangkah sayangnya dan ruginya jika pemberian air susu ibu (ASI) eksklusif sampai gagal. Pernahkah melihat bayi macan diberi makan daging? Atau, bayi kambing atau sapi, makan rumput? Sebelum usianya cukup, semua bayi mamalia makan air susu, termasuk bayi manusia.

Usia cukup bagi bayi manusia untuk mendapat makanan lain selain air susu ibu adalah setelah 6 bulan. Dari usia 0 hingga 6 bulan bayi harus mendapat ASI eksklusif, yakni pemberian ASI murni tanpa bayi diberi tambahan lain seperti cairan air putih, teh, madu, buah-buahan, maupun makanan tambahan seperti bubur susu atau bubur saring dsb., sampai usia bayi 6 bulan, menurut hasil penelitian, positif membuat bayi mendapat nutrisi terbaik; meningkat daya tahan tubuhnya, meningkat kecerdasannya, dan meningkat jalinan kasih (bonding) dengan bunda (dan ayah).

Sayangnya, seperti Mia yang bekerja, juga Mia-Mia yang lain, masa cuti melahirkan hanya 3 atau 4 bulan saja. Masih ada ada 2 - 3 bulan lagi untuk memberikan ASI Eksklusif. Itu memang dilema. Bagaimana melanjutkan pemberian ASI eksklusif atau hanya malam hari memberi ASI, siang dengan susu formula?

Beri ASI Perah
Namun, Dr. Utami Roesli SpA, MBA.IBCLC, pakar ASI, meyakinkan bahwa setelah masa cuti berakhir, ibu masih bisa memberikan ASI eksklusif. "Rugi sekali jika ibu hentikan. Sebab, usus bayi usia 3 bulan belum siap mencerna makanan selain air susu ibu. Selain itu. ASI merupakan sumber gizi ideal dengan komposisi seimbang, yang jika diberikan secara eksklusif bayi akan lebih sehat dan lebih cerdas dibanding bayi yang tidak mendapatkannya," tegas Utami.

Untuk buah hati tercinta, seharusnya bekerja di luar rumah bukanlah halangan untuk memberikan yang terbaik untuknya, termasuk memberikan ASI secara eksklusif. "Ibu tetap bisa memberikan ASI perah, yakni ASI yang diperas dari payudara, lalu diberikan pada bayi saat ibu bekerja di kantor," ujar Utami yang juga ketua Lembaga Peningkatan dan Pengembangan (LPP) ASI Rumah Sakit St. Carolus.

ASI perah adalah ASI yang diambil dengan cara diperas dari payudara untuk kemudian disimpan dan nantinya diberikan pada bayi. Apa tidak basi? Menurut Utami, sampai waktu tertentu dan dengan penyimpanan yang benar, ASI tidak akan basi. Misalnya, ASI tahan disimpan di dalam suhu ruangan sampai 6 jam. Jika disimpan di thermos yang diberi es batu, bisa tahan hingga 24 jam. Bahkan, kalau disimpan di kulkas ketahanannya meningkat hingga 2 minggu dengan suhu kulkas yang bervariasi. Jika disimpan di frezeer yang tidak terpisah dari kulkas, dan sering dibuka, ASI tahan 3-4 bulan. Sedangkan pada freezer dengan pintu terpisah dari kulkas dan suhu bisa dijaga dengan konstan, maka ketahanan ASI mencapai 6 bulan.

Memerah ASI bukanlah hal yang sulit, bahkan tidak selalu membutuhkan alat khusus atau pompa ASI. Cukup dengan pijitan dua jari sendiri, ASI bisa keluar lancar car! Memang membutuhkan waktu, yakni masing-masing payudara 15 menit. ASI ini bisa diberikan untuk bayi keesokan harinya. Tampung ASI tersebut di sebuah wadah, misalnya plastik gula, lalu tandai setiap wadah dengan spidol sesuai waktu pemerahan, misal plastik pertama, kedua, dst. Berikan pada bayi sesuai urutan pemerahan.

Persiapan dan Pemberian
Untuk memberi bayi ASI perahan, jauh-jauh hari sebelum masa cuti berakhir ibu memang harus menyiapkan diri sendiri dan bayi. Apalagi jika si buah hati merupakan anak pertama. Beratnya meninggalkannya memang luar biasa. Apalagisiang hari tak bersamanya dan tak menyusuinya pasti berat. Di kantor, saat payudara membengkak karena produksi ASI tak disusu bayi, ingatan ibu pastilah pada buah hati di rumah.

Mempersiapkan diri sendiri menjadi penting. Pertama, adalah mempersiapkan mental untuk meninggalkan bayi dan memupuk rasa percaya bahwa ia akan baik-baik saja di rumah. Kedua, persiapan dengan mulai belajar memerah dua minggu sebelum cuti berakhir. Ketika bayi tidur dan payudara mulai terasa membengkak, segera perahlah payudara lalu simpan di kulkas. Esok siang, ASI perah tersebut bisa ibu berikan pada bayi.

Sedangkan untuk mempersiapkan bayi, ibu harus memulai membiasakan bayi diberi ASI perahan dengan sendok, bukan botol susu. "Berikan dengan cara menyuapinya dengan sendok agar bayi tidak bingung putting. Sampai bayi usia 5 bulan, bisa terjadi bingung putting," tegas Utami. Bingung putting terjadi jika ibu yang biasa memberi Asi lewat payudara, lalu bayi disusui dengan botol, maka ketika akan diberikan lewat payudara lagi bayi kemungkinan menolaknya. Ini lantaran, dot botol lebih lancar mengeluarkan susu dibandingkan lewat payudara.

Persiapkan Mental 'Pengasuh'
Tetap memberi ASI selama ibu bekerja di kantor berarti ibu harus memupuk kerjasama dengan pengasuh. Ini bukan hal mudah. Apalagi jika yang ibu percayai merawatnya adalah orangtua sendiri atau mertua. Kalau mereka tidak punya pemahaman yang sama tentang pemberian dan manfaat ASI eksklusif, ditambah pengalaman mereka dulu mungkin menyusui sambil dicampur susu atau makanan padat, akan sedikit menyulitkan.

"Tapi, jangan menyerah. Pelan-pelan jelaskan sama ibu atau ibu mertua tentang pentingnya ASI eksklusif, dan bahwa usus bayi belum siap mencerna makanan. Begitu juga jelaskan pada pengasuh, kerjasama orangtua dengan pengasuh di rumah ini juga menentukan keberhasilan menyusui secara eksklusif " tegas Utami.

Memang di hari-hari pertama pemberian susu perah dengan sendok, bayi mungkin menolaknya. Ia bahkan bisa cemas dan gelisah. Namun, janganlah khawatir, 3 atau 4 hari setelahnya bayi akan terbiasa. Itu sebabnya, sebelum masa cuti berakhir bayi perlu dilatih disuapi susu dengan sendok. Jadi, tak perlu resah jika harus kembali bekerja, bukan?

Pemberian ASI Perahan

*      Ambil ASI berdasarkan waktu pemerahan (yang pertama diperah yang diberikan lebih dahulu).
 
*      Jika ASI beku, cairkan di bawah air hangat mengalir. Untuk menghangatkan, tuang ASI dalam wadah, tempatkan di atas wadah lain berisi air panas.

*      Kocok dulu sebelum mengetes suhu ASI. Lalu tes dengan cara meneteskan
ASI di punggung tangan. Jika terlalu panas, angin-anginkan agar panas turun.

*      Jangan gunakan oven microwave untuk menghangatkan agar zatzat penting ASI tidak larut/hilang.

*      Berikan dengan sendok.

Simpan ASI Praktis dan Awet

*      Taruh ASI dalam kantung plastik polietilen (misl plastik gula); atau
wadah plastik untuk makanan atau yang bisa dimasukkan dalam microwave, wadah
melamin, gelas, cangkir keramik. Jangan masukkan dalam gelas plastik minuman
kemasan maupun plastik styrofoam.


*      Beri tanggal dan jam pada masing-masing wadah.

*      Dinginkan dalam refrigerator (kulkas). Simpan sampai batas waktu yang diijinkan (+ 2 minggu).

*      Jika hendak dibekukan, masukkan dulu dalam refrigerator selama semalam, baru masukkan ke freezer (bagian kulkas untuk membekukan makanan), gunakan sebelum batas maksimal yang diijinkan. (+3-6 bulan)

*      Jika ASI beku akan dicairkan, pindahkan ASI ke refrigerator semalam sebelumnya, esoknya baru cairkan dan hangatkan. Jangan membekukan kembali ASI yang sudah dipindah ke refrigerator.

(Dewi Yamina)
Sumber: Tabloid Ibu & Anak

Read more