Adsense Indonesia

Aspek Gizi pada Anak Prasekolah dan Sekolah: Gizi Anak Prasekolah (4-6 tahun)

0

Aspek Gizi pada Anak Prasekolah dan Sekolah: Gizi Anak Prasekolah (4-6 tahun) 
Mother  

Anak adalah titipan Tuhan yang ahrus kita jaga dan rawat agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal serta dapat berkembang mandiri. salah satu cara untuk hal tersebut adalah asupan gizi yang adekuat serta seimbang dan harus terus menerus dirangsang agar tumbuh kreativitasnya. Peranan ibu pada pemberian asupan gizi anak sangatlah besar artinya. Untuk menjadi anak yang sehat, cerdas dan mandiri tidak hanya diberi gizi saja tapi haruslah dirawat dengan asah, asih dan asuh.

Setelah melewati masa bayi (0-1 tahun) maka dimulailah kehidupan yang penuh ekplorasi yaitu besarnya rasa keingintahuan si kecil terhadap lingkungan, apa yang dirasakan, apa yang dilihat, yang disebut masa "golden age" yaitu usia balita (1-5 tahun). Masa ini merupakan puncak dari perkembangan otak dan bersifat irreversible (tidak bisa diperbaiki lagi), berbeda dengan pertumbuhan otot yang bisa diperbaiki pada masa akan datang, sehingga diperlukan gizi yang kuat dan seimbang.

Khususnya untuk anak prasekolah (usia 4-6 tahun) kebutuhan gizi relatif berkurang, pertumbuhan melambat bila dibandingkan dengan masa bayi satu tahun ke bawah, dan aktivitasnya barunya. Tetapi mereka masih rawan terhadap penyakit gizi dan infeksi, sehingga kebutuhan gizi yang harus diperhatikan adalah masukan vitamin A dan zat besi. Yodium dan kalsium juga sangat diperlukan sekali.

Asupan kalori didapat dari karbohidrat yang merupakan sumber energi utama untuk seluruh kegiatan tubuh, untuk pembakaran sel-sel tubuh termasuk untuk berpikir. Sumber karbohidrat didapat dari nasi, roti, mi, jagung yang merupakan makanan pokok. Sumber energi yang kedua didapat makanan yang mengandung lemak, terutama adalah omega 3 dan omega 6 yang merupakan bahan pembungkus serabut-serabut saraf di dalam otak serta untuk ketajaman penglihatan. 

Omega 3 dan Omega 6 ini merupakan asam lemak essensial sehingga tidak dapat dibuat oleh tubuh dan harus didapat dari makanan. Beberapa contoh makanan yang mengandung Omega 3 adalah ikan, khusus ikan berlemak tinggi (salmon, mackarel, sarden, tuna, cakalang), kedele, dan ganggang laut. Contoh sumber bahan makanan yang mengandung omega 6 adalah minyak bunga matahari, kacang-kacangan, biji-bijian, daging dan produk susu 
Sumber: ibujaricom

0 comments:

Posting Komentar

Bila tak pegal di tangan
silahkan tulis sebuah komentar!
Yang Bisa Membuat Blog ini Lebih Bagus Ya :)
harap maklum masih newbie

Dan jika ada yang mau memaki-maki saya harap dengan sopan dan santun?