Adsense Indonesia

Awas, Malpraktek Operasi Cesar!

0

Awas, Malpraktek Operasi Cesar!
MOTHER & BABY

Banyak ibu yang diharuskan melahirkan melalui tindakan operasi cesar (Sectio Caesaria) tanpa penyebab yang jelas. Sesungguhnya, itu dikategorikan malpraktek, apalagi resiko operasi cesar tidak ringan. Apa yang perlu dilakukan agar malpraktek cesar tidak menimpa Anda?

Lima tahun terakhir ini pilihan melahirkan melalui operasi atau bedah cesar jadi trend. Beberapa ibu hamil disarankan dokter atau tidak memilih melahirkan bayinya melalui cesar. Bisa dimengerti, proses melahirkan memang diyakini semua ibu sangat mengerikan, merupakan sebuah perjuangan hidup mati.

Bedah cesar memberi iming-iming relatif tak sakit saat persalinan berlangsung. Tahu-tahu buah hati lahir. Selain itu, tanggal lahir bisa ditentukan, dan dijamin organ intim tetap orisinil. Tak heran, menurut data Pirac, sebuah lembaga konsumen di Jakarta, angka tindakan cesar di Jakarta semakin tinggi.

Menurut Dr. Nurhasan, ketua Pirac, 75% kelahiran di hampir seluruh rumah sakit di Jakarta dilakukan melalui tindakan cesar. Padahal, menurut WHO, Badan Kesehatan Dunia, dari seratus kelahiran, sebenarnya hanya 1 ibu yang mungkin melahirkan dengan cesar. Lalu, mengapa angkanya demikian tinggi? Ada berbagai alasan. Namun, Nurhasan mensinyalir, tak sedikit penyebab tindakan cesar tidak jelas, atau tidak direncanakan sebelumnya dengan calon ibu. Tahu-tahu ibu atau ayah harus menandatangani surat kesepakatan tanpa diberikan pilihan bantuan persalinan lain.

Ada Risiko Dibalik Cesar
Padahal, tindakan cesar bukan tanpa resiko. Menurut Prof R. S Samil, MD, FICS guru besar fakultas kedokteran rumah sakit Indonesia Jurusan Obstetrics dan Gynaecology, beberapa kemungkinan bahaya dapat terjadi. Seperti, teririsnya kepala bayi pada saat dokter kebidanan melakukan bedah seperti kasus yang baru-baru ini dihebohkan. Atau, gagalnya epidural sampai keracunan obat penghilang rasa sakit oleh dokter anastesi yang bisa mengakibatkan kematian ibu. Belum lagi kasus ringan seperti jahitan yang kurang baik sehingga mudah menimbulkan infeksi pasca operasi.

Efek samping inilah yang menurut Prof Samil tidak atau jarang disampaikan pihak rumah sakit-- dalam hal ini dokter kebidanan, saat memberikan pilihan cesar pada calon ibu. Seharusnya, ibu berhak mengetahui informasi bedah cesar dengan lengkap. Dengan begitu ibu punya gambaran kemungkinan apa saja yang akan terjadi bila mereka melahirkan dengan cara caesar.

Tindakan Cesar, Tindakan Malpraktek
Secara etik, kata Nurhasan, tindakan caesar yang disarankan dokter (rumah sakit) tanpa indikasi yang jelas, atau tanpa informasi lengkap, disebut malpraktek. Indikasi malpraktek di antaranya, jika ibu sesungguhnya tidak memiliki resiko fatal bila melahirkan normal. Atau, dokter menganjurkan cesar jauh sebelum waktu persalinan tiba tanpa tanpa memberitahukan resiko yang lengkap pada ibu. Akibatnya selain ibu hamil harus menanggung sakit pasca operasi, juga dikenakan biaya persalinan yang jauh jauh lebih mahal dibandingkan persalinan normal.

Departemen Kesehatan setuju bahwa tindakan cesar seperti itu adalah malpraktek. Apalagi melihat angkanya uyang tinggi. Tindak lanjutnya, Dirjen Pelayanan Medik Departemen Kesehatan dan Kesejahteraan Sosial melakukan audit dan menyebarkan edaran bahwa, hanya yang memiliki sectio saja tidak dilakukan persalinan secara normal. Persalinan secara sectio harus ditekan di bawah 20 persen.

Alasannya, bagaimanapun setiap tindakan operasi selalu berefek samping. Bagi ibu, bisa menimbulkan kecacatan pada bagian tubuh yang dioperasi. Bagi bayi, paru-parunya masih mengandung lendir harus dikeluarkan. Jika tidak, bisa berakibat kematian. Berbeda dengan persalinan normal, bayi yang lahir lebih bersih karena cairan dan lendir pada bayi itu keluar secara alami ketika melewati jalan lahir.
Tetapi, meski sudah ada edarannya, pasangan suami isteri harus waspada. Malpraktek caesar masih bisa terus berlangsung. Jika periksa kehamilan bersikaplah lebih proaktif, dan juga tegas meminta penjelasan indikasi. Melahirkan normal tetap lebih menguntungkan.
Sumber: Tabloid Ibu & Anak

0 comments:

Posting Komentar

Bila tak pegal di tangan
silahkan tulis sebuah komentar!
Yang Bisa Membuat Blog ini Lebih Bagus Ya :)
harap maklum masih newbie

Dan jika ada yang mau memaki-maki saya harap dengan sopan dan santun?